Halaman

Selasa, 21 Mei 2013

ADAB AKHLAQ NABI DALAM BERPAKAIAN




Rasulullah saw dalam memakai pakaian seadanya, berupa kain sarung atau kain selendang atau baju biasa atau jubbah dan lain sebagainya. Kebanyakan pakaiannya berwarna putih. Beliau bersabda :
تَاكُمْ مَوْ وَكَفَّنُوْافِيْهَا ءَكُمْ أَحْيَا هَا أَلْبِسُو
“Pakailah dia (pakaian berwarna putih) kepada orang-orang yang hidup diantara kalian dan kafanilah orang-orang yang mati diantara kalian dengannya.”
Rasulullah saw memiliki jubbah yang dicelup dengan za’faran, terkadang shalat dengan kain itu saja, dan terkadang memakai kain penutup satu lapis. Rasulullah saw punya kain penutup yang dipakainya. Terkadang beliau memakain kain sarung yang kedua ujungnya disimpul diantara kedua pundaknya. Terkadang menshalati jenazah dengan kain tersebut. Terkadang beliau shalat dirumahnya dengan berkemul satu kain sarung, meyelempangkan kedua ujungnya. Terkadang beliau shalat malam dengan berkain sarung dan memakai sebagian pakaian yang menutupi tubuhnya sementara sebagian sisanya menutupi sebagian istrinya lalu shalat dalam keadaaan demikian.
Rasulullah saw bercincin dan cincin itu dipakai untuk menstempel surat. Rasulullah saw juga memakai kopiah di bawah serban dan terkadang tanpa berserban. Jika tidak memakai serban, Rasulullah mengikatkan kain pengikat di kepalanya dan di jidatnya. Apabila memakai pakaian, beliau memakainya dari sebelah kanan terlebih dahulu seraya berdo’a: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi pakaian kepadaku, yang dengannya aku menutup auratku dan berhias di hadapan manusia.”
Rasulullah saw memiliki tikar tidur dari kulit yang diisi dengan serabut kurma. Beliau juga biasa tidur di atas tikar yang di bawahnya tidak ada sesuatu selainnya. Wallahu a’lam bissawab.
(Dicutat dari Mensucikan Jiwa; Said Hawwa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar