Halaman

Rabu, 25 April 2012

Ketulusan Hidup

Ketulusan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan, namun demikian sebagai manusia dan sebagai makhluk kita harus bisa untuk tulus. Tulus dalam bertutur, tulus dalam memberi dan tulus dalam bersikap. Dengan ketulusan segala menjadi mudah. Dengan ketulusan dunia menjadi indah. Dengan ketulusan ibadah menjadi nikmat. Dengan ketulusan memberipun jadi tidak terasa.

Wahai makhluk yang paling sempurna yang ada di  muka bumi ini, kita ada karena ada yang mengadakan, kita hidup karena ada yang menghidupkan, kita sehat karena ada yang menyehatkan, kita sakit karena ada yang menyakitkan dan kita mati karena ada yang mematikan. Segalanya ada yang mengatur. Sang Maha Sutradara telah mengatur kita. Sadarkan itu?

Alangkah sombongnya sebagai makhluk telah melupakan dirinya. Lupa kita datang dari mana. Lupa kita akan pulang kemana. Lupa kita telah sehat. Lupa kita mendapat nikmatnya hidup. Dan akhirnya lupa diri sehingga berusaha untuk mendapatkan keinginannya dengan berbagai segala cara. Tak peduli merugikan orang lain. Tak peduli menyakiti orang lain, yang penting keinginannya tercapai. Naudzubillah.

Karena kita hidup sudah ada yang mengatur, maka ingatlah pada yang mengatur kita. Ingatlah segalanya dari mana. Alam tidak ada dengan sendirinya. Alam ini tidak terjadi dengan sim salabim, tapi ada yang menjadikan, ada yang mengaturnya. Untuk itu sadarlah wahai makhluk yang paling sempurna, janganlah kau sombong. kembalilah pada yang fitrah. Ingatlah pada yang telah menuntun kita.

Agama adalah salah satu cara untuk bisa menghargai alam, menghargai lingkungan dan terutama menghargai pada yang menjadikan alam. Dia lah Yang Maha Awal tanda ada yang mengawali, Yang Maha Akkhir tanpa ada yang mengakhiri. Yang Maha Perkasa tanpa ada yang lebih perkasa, dan Maha-maha yang lainnya.

Marilah sedikit kita renungkan diri untuk flash back. Apa yang telah kita lakukan. Apa yang telah kita berikanan. Baik atau buruukkah semua itu? Tanyalah pada diri sendiri siapa saya? Orang yang bisa menjawab pertanyaan tersebut adalah termasuk  orang yang sudah menyadari arti dari ketulusan hidup. karena dalam hidup ini kita tidak boleh melupakan pada yang telah mengatur kita.

Demikian semoga ulasan ini ada manfaatnya dan menjadikan nasihat, khusunya bagi penulis umumnya bagi pembaca. Ulasan tersebut jauh dari benar, tapi itulah yang saya bisa. Kepada yang membaca mohon kritikan dan masukan positif untuk membangun. Terima kasih. Wallahu alam bisawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar