Indahnya hari tatkala lidah kita masih bisa mengecap makanan yang lezat tanpa takut, atau hidung kita masih bisa menghirup udara segar pada setiap tempat tanpa hambatan, atau kaki kita bisa melangkah bebas kemana kita suka tanpa ada yang menghalangi.
Sobat blogger, itu adalah secuil nikmat yang Tuhan berikan pada kita dari semua nikmat yang tak bisa disebutkan satu persatu karena saking banyaknya. seperti yang tertuang dalam dalil yang kurang lebih isinya "jika air laut dijadikan tinta dan dedaunan yang ada dimuka bumi dijadikan alas untuk menuliskan nikmat Tuhan, maka itu tidak akan cukup walau ditambah lagi sebanyak itu.
Sobat marilah kita berfikir sejenak untuk merenungkan tentang diri kita. Siapa sih diri ini. Dari mana datangnya. Dan akan pulang kemana. Siapa yang menumbuhkan kita dari kecil sampai sebesar ini. Siapa yang mengatur semua ini, siapa yang menggerakan hati ini sehingga dapat berpikir ini dan itu. Itu semua adalah pertanyaan dasar tentang kita. Namun sayang hanya sedikit sekali orang yang mampu berpikir ke sana, bahkan penulispun hanya bisa mengungkapkan tanpa bisa mengamalkan dengan baik. Tapi meskipun demikian Alhamdulillah dengan ingat akan hal itu maka kita akan punya rem dalam hidup. Ibarat kendaraan yang melaju di jalanan, seandainya tidak ada rem maka mobil tersebut akan terus melaju dengan arah yang tak karuan dan mungkin barfu berhenti dengan mengenaskan. Kita tidak mau itu. Pertanyaan diatas adalah ibarat rem dalam hidup.
Sobat blogger. Dalam kesempatan ini aku mohon maaf jika kata-kata ini seperti yang menggurui. Bukan maksudku seperti itu, Saya cuma ingin mengingatkan. Maafkan jika ada kata yang kurang pantas. Aku hanya orang biasa tiada hal yang diluar itu semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar