Abu Bakar ass-Shiddiq ra meletakan kerikil di mulutnya untuk mencegah dirinya berbicara. Ia menunjuk pada lidahnya seraya berkata : "Inilah yang menjerumuskan aku ke dalam kehancuran."
Abdulah bin Mas'ud berkata: "Demi Allah yang tiada tuhan kecuali Dia, tidak ada sesuatu yang lebih memerlukan pemenjaraan yang panjang selain dari lidah."
Thawus berkata: "Lidahku adalah binatang buas. Jika aku melepaskannya pasti memakanku."
Wahab bin Munabbih berkata, tentang kebijaksanaan keluarga Dawud, "Adalah kewajiban orang yang berakal untuk mengetahui zamannya, menjaga lidahnya dan mempersiapkan urusannya."
Al-Hasan berkata: "Tiada faham agamanya siapa yang tidak menjaga lidahnya."
Al-Auza'i berkata, Umar bin Abdul Aziz-Semoga Allah melimpakan rahmat kepadanya - menulis surat kepada kami: "Sesungguhnya orang yang banyak mengingat kematian pasti ridho mendapat sedikit dunia, dan siapa yang mengenali ucapannya termasuk perbuatanna maka pasti akan sedikit ucapannya kecuali menyangkut hal yang bermanfaat baginya".
Wallahu a'lam bissawab.
(Dicutat dari Mensucikan Jiwa : Sa'id Hawwa, 1998)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar