Halaman

Minggu, 03 Februari 2013

SABAR

Salah satu Asma ALLAH SWT adalah YAA SHOBUR (Maha Penyabar). Artinya yang Menciptkan alam semesta ini memiliki sifat sabar dan maha sabar lagi. Jaadi alangkah kelirunya bila makhluk tidak memiliki sifat sabar. Dalam Al-Quran jelas tertera baha ALLAH beserta orang yang sabar.
Orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu dengan sabar insya ALLAH akan ALLAH angkat derajatnya.

Bila kita sedikit merenung terhadap apa yang telah kita jalani hidup ini, maka akan jelas tergambar dalam benak kita apa-apa yang telah kita lakukan. Mulai dari perbuatan salah sampai perbuatan yang benar jelas terbayang. Ucapan yang pernah menyakiti orang lain atau sebaliknya kita pernah disakiti oleh orang lain juga jelas terbayang. Tapi pernahkah kita berfikir dan melakukan segala perbuatan itu ada yang menilai?

Saat kita berbuat atau berucap yang mengakibatkan orang lain tersinggung kita merasa bersalah? Pasti tidak. Kita bahkan merasa tanpa dosa walaupun menyakiti orang lain. Tapi sebaliknya saat kita disakiti orang lain, kita marah, bahkan kalo bisa kita akan membalasnya sampai puas tanpa berfikir akibat yang akan ditimbulkannya.

Padahal orang yang mempunyai pikiran yang mulia adalah orang yang pada saat dihina orang lain, justru dia akan memaafkan orang yang telah menghinanya, bahkan mendoakannya supaya orang yang menghina tersebut disadarkan.

SABAR, adalah salah satu cara untuk menghadapi hidup yang penuh dengan perjuangan ini untuk bisa selamat sampai tujuan. Hanya dengan sabar semua beban hidup akan terasa ringan. Hanya dengan sabar semua tantangan hidup akan tersingkirkan dengan sendirinya. Tapi sabar di sini adalah sabar dengan kepasrahan pada Yang Maha Kuasa. Berserah diri pada-Nya dan menyadari bahwa semua yang terjadi di alam ini adalah kehendak-Nya, yang tidak bisa dihalang-halangi.

Kita punya rencana, tapi sebaik-baik rencana adalah rencana ALLAH SWT. Cobaan yang diderita oleh makhluk adalah kehendak-Nya. Sepahit apapun derita tidak akan melebihi kemampuan yang mengalaminya. ALLAH Maha Tahu akan kemampuan Makhluknya. Jadi seberat apapun beban pasti masih di bawah kemampuan yang menerimanya.

Jadi intinya adalah semua yang terjadi pada diri kita adalah kita serahkan saja pada yang mengaturnya. Kita jalani saja hidup ini dengan berpegang teguh pada apa yang kita imani. Agama adalah tuntunan yang harus kita ikuti. Berserah diri adalah cara untuk bisa merasakan nikmatnya hidup dan menyadari siapa kita sebenarnya.

Ada pepatah. KITA DATANG DARI MANA DAN KITA AKAN PULANG K EMANA SERTA SEDANG APA KITA ADA DI MUKA BUMI INI.

Dengan meresapai pepatah tersebut maka kita akan sadar diri.
Mohon maaf jika ada kata yang salah. Kata yang salah semata-mata datang dari diri saya sendiri dan kata yang benar adalah datang dari ALLAH.
Wallahu 'alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar